Pahala Kencana

Written By Widyawan Sigitmanto on Friday, May 18, 2007 | 9:28 AM


Ini sekedar bagi2 pengalaman tentang naik bus malam. Kebetulan kemarin2 aq agak sering pulang pergi solo-bogor (akhir tahun 2005 - awal 2007), karena sering sempat juga menikmati tiket gratis solo-bogor (klo dipkir2 ya ga gratis, wong kita ngumpulin 20an tiketnya dlm stahun je). PO Pahala Kencana jadi langganan kami dan bus inilah yang akan dibahas di postingan kali ini.

Ada 2 hal yang menjadi sorotan kali ini, yaitu pedagang dodol dan keamanan di Pahala Kencana. Aq mulai dari yang dodolan dodol. Semula aq cuek aja sama pedagang dodol yang (ngakunya) jadi langganan Pahala Kencana ini, tapi ya lama2 aq kok merasa TERGANGGU. Penjual dodol ini naik nya setelah kita melewati tol cikampek, mereka (karena aq liat ga hanya satu, dan mereka berpasangan) hanya naik yg jurusan dari bogor/jakarta atau yg menuju ke timur. Sebelum memulai aksinya salah satu dari mereka ke bagian belakang Bus. Yang didepan mulai memperkenalkan barang dagangannya dengan tidak pernah lupa mengucapkan "kami adalah pedagang yang menjadi langganan di bus Pahala Kencana" di akhir penawarannya tak lupa pula mereka menawarkan pada penumpang untuk mencicipi dengan mengatakan"silahkan bapak/ibu untuk mencoba" dan merakapun menyodorkan pada penumpang dodol, ada yang mengambil dan ada sebagian yang tidak mau walau sudah dibilang gratis oleh si penjual.

Setelah pembagian dodol atau ketika yg didapan menjelaskan mengenai harga, yg dibagian belakang memotong penjelasan yg didepan dengan mengatakan "Mas, ini ada yang tanya brapa satu bungkusnya?" baru selesai nyebutin harga perbungkus, yg dibelakang nyeletuk lagi "mas ini ada yg minta gmana klo 5 bungkus 20 ribu aja" yg di depan menjelaskan hrga sebenarnya dan selisih harga klo didiscount, kemudian ia menyerahkan sebungkus tas yg berisi 5 pada yg dibelakng, setalh itu yg di belakang memesan lagi pada yg didepan satu bungkus tas isi 5.

AKU MENOLEH KEBELAKANG..... LHO KOK! TERNYATA GA ADA YG PESAN....

A
degan berikutnya adalah keduanya menawarkan pada penumpang door to door eh dari kursi ke kursi ding... Disinilah rasa TERGANGGU itu mulai, mereka menawarkan dengan sedikit memaksa, mereka ga ngerti kata "maaf mas...." "maaf yaa, ...enggak..." apalagi geleng2 kepala, pura2 tertidur? klo bisa nerima kata2 singgungan dri mereka sie bisa aja jurus ini. Sang waktulah yg membebaskanku dari mereka. fuuuuhhhhhhhhh......

Yg kedua tentang keamanan di bus Pahala Kencana. Untuk yang satu ini, kita mesti ekstra hati2 jangan pernah menjadikan kepercayaan pada Bus Langganan kita sebagai jaminan keamanan kita. Langkah yg terbaik adalah kita sendiri yang mejaga diri kita dan barang bawaan kita. Selama menggunakan Pahala Kencana pernah sekali kehilangan uang, ga seberapa dibandingkan yg dialami saudara2 kita yg lain, coba di cek di:
- Korban 1
- Korban 2

klo mo lihat yg komentarnya "memuji" Pahala Kencana bisa di lihat di:
- Pintunet

Yah itulah sedikit pengalaman dengan Pahala Kencana.